Minggu, 02 Januari 2011

Diklaim Tak Sehat, Penjualan Rokok Elektrik Malah Naik 30%

Rokok elektrik
PARIS - Perusahaan pembuat rokok elektronik melaporkan penujualan produk mereka yang semakin kuat dalam beberapa waktu terakhir. Di satu sisi, aktifis anti tembakau semakin menekankan perangkat pengganti rokok ini tetap merusak kesehatan.

"Kami telah melihat penjualan tumbuh sebesar 30 persen setiap sejak 2007 ketika kami meluncurkan produk kami," kata juru bicara EdSylver, salah satu produsen terkemuka produk rokok elektronik, seperti dikutip AFP, Minggu (2/11/2011).

Produsen seperti EdSylver mengatakan rokok plastik tidak berbahaya bagi perokok atau orang di sekitar mereka, namun klaim ini ditolak oleh para ahli kesehatan. Walaupun beberapa kalangan malah mendukung produk rokok elektronik ini sebagai salah satu solusi pencegah rokok.

Salah satunya, pada konferensi Organisasi Kesehatan Dunia di Uruguay pada bulan November, salah satu pakar terkemuka anti-tembakau Eduardo Bianco mengatakan upaya disabotase rokok elektronik sebagai 'pencegahan merokok yang dirancang untuk mendorong orang untuk berhenti.

Sedangkan dari pihak yang menilai rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok biasa menyimpulkan, kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker.

Rokok elektrik ini sendiri terbuat dari plastik yang berfungsi sebagai aerosol mini, melepaskan asap buatan dengan atau tanpa nikotin.
"Saya sangat senang dengan itu, saya ingin mengulang perasaan merokok, tanpa bahaya nikotin,"kata salah satu pengguna Paris.

Kini sejumlah pakar kesehatan masih melakukan diskusi untuk menghindari polemik yang berkepanjangan dari bahaya rokok elektrik tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar